Berita
BBPVP Bekasi Tingkatkan Kolaborasi untuk Perluasan Program Terkait Disabilitas
Selasa, 25 November 2025 by AdministratorBalai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi terus berupaya meningkatkan kolaborasi dengan berbagai Kementerian/Lembaga (K/L) dan stakeholder terkait. Kolaborasi ini ditujukan agar dapat semakin meningkatkan kinerja BBPVP Bekasi. Salah satu program Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dalam mengurangi pengangguran akses pekerjaan pada penyandang disabilitas. Hal ini bersesuaian dengan amanat UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabiltas.
BBPVP Bekasi telah melaksanakan kolaborasi terkait penyandang disabilitas sejak 2024 lalu. Kini, kerjasama tersebut ditingkatkan menjadi Special Talent Corner (STC) BBPVP Bekasi. STC ini juga melibatkan Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.
Salah satunya adalah PT. Nurvan Kreatif Bersama. Mereka mendapatkan bahan baku dari PT. Toyota Boshoku Indonesia. PT. Toyota Boshoku Indonesia adalah perusahaan penerima fasilitas yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai Kemenkeu RI. Pangsa pasar para komunitas disabilitas ini sudah mencapai pasar ekspor seperti Jepang dan Belanda. Sehingga kolaborasi ini dapat meningkatkan sinergisme antarlembaga yang juga dapat meningkatkan kinerja masing-masing K/L.
“Inisiasi yang dibawa oleh Kemenkeu ini merupakan potensi yang luar biasa. Ini juga dapat bersinergi dengan Dharma Wanita di BBPVP Bekasi,“ ucap Kepala BBPVP Bekasi, Yose Rizal, S.TP., M.M saat membuka acara Kunjungan Kemenkeu ke BBPVP Bekasi dalam rangka STC BBPVP Bekasi.
Dalam acara yang dilaksanakan pada Senin (24/11) di Creative Room BBPVP Bekasi, Yose juga berharap bahwa hal ini dapat menjadi wadah produktif dalam bentuk usaha mikro kecil menengah bagi para penyandang disabilitas. “Sehingga, suatu saat akan menjadi industri besar yang bisa sama-sama kita saksikan dan bisa sama-sama kita banggakan,” lanjutnya.
Kepala Subdirektorat Fasilitas Impor Tujuan Ekspor Direkturat Jenderal Bea dan Cukai, Kemenkeu RI, Max Franky Karel Rori, mengatakan bahwa kolaborasi ini sangat banyak bersinggungan dengan bidang pekerjaannya. “Kaum disabilitas merupakan salah satu target dari program kerja tim pengarusutamaan gender kami. Jadi sangat terkait dengan dua program utama kami yaitu program untuk pemberdayaan UMKM dan satu lagi program pengarusutamaan gender,” paparnya.
Lebih dari itu, Max juga berharap agar ke depannya makin banyak anak berkebutuhan khusus yang bisa diberdayakan. Untuk itu, Max juga berharap ke depannya akan ada program Business Development Service (BDS) untuk mengawal UMKM.
Senada dengan Max, Yose juga mengatakan bahwa wilayah kerja BBPVP Bekasi adalah Jabodetabek, Bengkulu, dan Kalimantan Tengah. “Jadi kita adalah salah satu dari enam Balai Besar milik Kemnaker yang beredar di beberapa provinsi. Jadi nanti juga terbuka peluang kita untuk bekerjasama dengan teman-teman yang berada di wilayah-wilayah kerja lainnya. Untuk saat ini mungkin untuk Jabodetabek kita lakukan dulu secara intensif, nanti kita akan berkembang lagi ke beberapa daerah di Sumatera, terutama Bengkulu, dan juga beberapa daerah di Kalimantan, yaitu di provinsi Kalimantan Tengah,” paparnya. (/syams)







